Perempuan-Perempuan yang Menegakkan Islam

Agama  

Oleh sejumlah pihak, utamanya di Barat, perempuan Muslim kerap digambarkan hidup dalam tekanan dan penindasan. Agama Islam dianggap mengunci perempuan dalam rumah, tak boleh belajar, dan sebagainya.

Faktanya, perempuan punya peran penting dalam Islam. Syekh Akram Nadwi dalam bukunya al-Muhaddithat (2006), menekankan bahwa tak ada agama selain Islam yang sejarah berdirinya ditopang begitu banyak perempuan.

Anak-anak perempuan belajar mengaji di Nablus, Tepi Barat. AP Photo/Nasser Ishtayeh
Anak-anak perempuan belajar mengaji di Nablus, Tepi Barat. AP Photo/Nasser Ishtayeh

Miliaran umat Islam seantero dunia patut mengenang jasa para perempuan tersebut dalam menegakkan agama mereka. Berikut diantara perempuan-perempuan yang berjasa pada masa awal Islam.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Khadijah bint Khuwailid

Selama 25 tahun Rasulullah SAW hanya beristrikan pengusaha sukses dari Makkah ini. Beliau yang meyakinkan kerasulan Muhammad SAW dan menyumbangkan banyak harta untuk perjuangan Islam.

Bahkan saat Rasulullah SAW masih meragu selepas menerima wahyu perdana, Khadijah yang meyakinkan beliau soal kenabian. Artinya, Khadijah bahkan lebih dulu bersaksi soal kenabian Muhammad SAW ketimbang Rasulullah sendiri.

Sumayyah bint Khabbat

Seorang budak, Sumayyah adalah salah satu pemeluk awal Islam. Bersama keluarganya, ia mendera berbagai siksaan akibat meneima ajaran Rasulullah.

Muslimah mengikuti shalat berjamaah di Nigeria. EPA/MIKE NELSON
Muslimah mengikuti shalat berjamaah di Nigeria. EPA/MIKE NELSON

Perempuan berkulit hitam ini juga manusia pertama yang gugur membela Islam. Ia dibunuh oleh Abu Jahal pada masa awal Islam dengan tusukan tombak.

Nusaibah bint Ka'ab

Nusaibah adalah pemeluk Islam mula-mula dari Madinah. Ia termasuk salah satu perempuan pertama yang secara langsung berbaiat pada Rasulullah SAW.

Ia satu dari sedikit yang bertahan melindungi Rasulullah saat pasukan Muslim terdesak dalam Perang Uhud. Sedikitnya ada sekitar 12 luka di tubuhnya, dengan luka di leher yang paling parah saat itu. Sebagian riwayat menyebutkan bahwa atas pertanyaannya kemudian Allah menjanjikan pahala bagi kaum perempuan yang beriman dalam Alquran.

Aisyah bint Abu Bakar

Istri muda Rasulullah SAW ini terkenal dengan kecerdasannya. Selepas Rasulullah SAW wafat, ia kerap didatangi para pencari ilmu agama. Ia meriwayatkan lebih dari 2.000 hadits yang kemudian dijadikan panduan Muslim sedunia.

Perempuan mengikuti pengajian di Washington, AS. (Reuters) 
Perempuan mengikuti pengajian di Washington, AS. (Reuters)

Selepas wafatnya Rasulullah, Aisyah jadi rujukan soal ilmu-ilmu agama, bahkan pengobatan. Pelataran rumahnya kerap dipenuhi muslimin yang meminta pendapat soal hukum agama atau kebiasaan Rasulullah.

Hafsah bint Umar

Janda yang dinikahi Rasulullah ini berperan besar terkait terjaganya Alquran. Ia dipercayai menyimpan naskah tertulis aliias mushaf Alquran yang dihimpun pada masa Khalifah Abu Bakar. Naskahnya itu yang diperbanyak pada masa Khalifah Utsman dan jadi naskah resmi Alquran hingga saat ini.

Al-Shifa bint Abdullah

Seorang perempuan terpelajar dari Makkah, ia mengajari banyak Muslim baca-tulis. Ia juga dokter perempuan pertama dalam Islam. Ditunjuk sebagai pengawas pasar pada masa Khalifah Umar, ia juga pejabat perempuan pertama dalam Islam.

Sumber: Pusat Data Republika

Berita Terkait

Image

Bagaimana Islam Mendorong Sains?

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Tentang sejarah Tanah Air, dunia, dan peradaban Islam.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Kategori

× Image