Bagaimana Islam Mendorong Sains?

Sejarah  

Dalam Islam, ilmu pengetahuan empiris bukan sekadar perkara duniawi. Pencarian atas kesempurnaan ibadah juga memerlukan ilmu-ilmu praktis dan mengembangkannya jadi lebih maju. Berikut sejumlah ritual dan pesan keagamaan Islam yang memicu temuan-temuan saintifik.

Waktu Shalat

Bagi umat Islam, waktu shalat bergantung pada pergerakan matahari. Hal ini memicu lahirnya astronom-astronom di dunia Islam yang menghitung pergerakan benda-benda langit secara presisi. Al Biruni, misalnya, meneliti bayangan dan trigonometri lingkaran untuk mencari waktu shalat yang baku.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Jam matahari untuk mengetahui waktu shalat di Masjid Kairouan, Tunisia. (creative common)

Arah Kiblat

Muslim juga diwajibkan menghadap kiblat alias Ka'bah di Makkah saat melakukan shalat. Di lokasi yang jauh dari Makkah, hal ini memerlukan ilmu geografi, geometri, dan lainnya. Para ilmuwan Islam terdahulu sampai menghitung panjang lingkaran bumi untuk menentukan arah kiblat yang presisi.

Hukum Waris

Dalam Islam, warisan dibagi-bagikan ke para ahli waris dengan perhitungan tertentu. Ahli matematika ternama al-Khawarizmi, secara gamblang menyatakan bahwa ia merancang metode aljabar secara spesifik untuk keperluan menghitung waris tersebut. Metode aljabar tersebut nantinya jadi tonggak revolusi ilmu matematika.

Puasa Ramadhan

Untuk menentukan masuknya Bulan Ramadhan, umat Islam harus mengamati pergerakan rembulan. Hal ini kemudian memicu pembangunan observatorium yang jadi bangunan untuk mengamati benda-benda langit. Perhitungan dari observatorium pada masa keemasan Islam ini nantinya memengaruhi para astronom modern.

Petugas melakukan pemantauan hilal (rukyatul hilal) menggunakan teleskop di Imah Noong, Lembang, Kabupten Bandung Barat, Senin (12/4). (Abdan Syakura/Republika)

Pengobatan

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, Allah tak menurunkan penyakit tanpa obatnya kecuali penyakit tua. Pesan ini memicu sejumlah ilmuwan seperti Ibn Sina, Ar Razi, Al Zahrawi, dan lainnya membawa ilmu kedokteran demikian maju pada zamannya.

Alquran

Pada akhirnya, dorongan untuk mencari pengetahuan yang paling utama dalam Islam adalah dari pembacaan Alquran. Berbagai ayat dalam kitab suci itu mendorong manusia untuk terus berpikir dan menggunakan akalnya sembari mengamati fenomena-fenomena alam. n

Sumber: Pusat Data Republika

Berita Terkait

Image

Saat Ilmuwan Barat Belajar dari Muslim

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Tentang sejarah Tanah Air, dunia, dan peradaban Islam.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Kategori

× Image