Masjid Ditutup Tinggallah Kenangan

Umum  

Pada masa-masa awal pandemi Covid-19, ada sebuah video viral yang menyayat hati umat Islam. Kala itu pada Maret 2020, saat pandemi mulai merebak ke berbagai belahan dunia, seorang muazin di salah satu masjid di Kuwait terekam melantunkan larik tambahan pada azan.

"Ala shallu fi rihalikum, shallu fi buytikum!". Larik itu artinya "Shalatlah di perjalanan, shalatlah di rumah saja!". Merujuk sunah Rasulullah SAW, kalimat itu bisa diimbukan pada adzan jika keadaan berbahaya bagi umat Islam untuk pergi ke masjid.

Sang muazin dalam video viral tersebut menangis selepas melantunkan larik tersebut. Kalimat terakhir adzan, "La illa ha ilallah" hampir tak terdengar akibat tangis tersebut. Barangkali tak terbayang bagi sang muazin yang tugasnya memanggil jamaah itu malah harus meminta mereka tak ke masjid. Kala itu pemerintah Kuwait memang telah menerbitkan larangan ke masjid guna membendung Covid-19.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Personel polisi menyemprotkan cairan disinfektan di sajadah Masjid Raya Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung. (Abdan Syakura/Republika)
Personel polisi menyemprotkan cairan disinfektan di sajadah Masjid Raya Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung. (Abdan Syakura/Republika)

Tak lama kemudian, pada 16 Maret 2020, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa Nomor 14 Tahun 2020 tentang ibadah saat wabah Covid-19. Umat Islam tak boleh shalat Jumat berjamaah di masjid dalam kawasan Covid-19 yang mengancam jiwa. Shalat Jumat bisa diganti shalat Zhuhur di rumah. Sempat ada keberatan dari masyarakat, namun parahnya penularan Covid-19 dan resiko yang dibawa penyakit tersebut akhirnya meluluhkan penolakan.

Selanjutnya pada 23 April 2020, Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan surat edaran melarang kegiatan Ramadhan seperti i’tikaf, buka bersama, dan shalat tarawih di masjid-masjid di zona merah. Pelaksanaan shalat Idul Fitri kala itu juga tak boleh di masjid atau lapangan di zona merah.

Tahun itu jadi salah satu Ramadhan paling kelam yang dijalani umat Islam sedunia. Masjid-masjid yang biasanya riuh oleh tadarus Alquran tetiba sepi, Acara buka puasa bersama yang biasanya marak di mana-mana tak ada lagi.

Warga menjalankan shalat Idul Adha di rumah sehubungan pelarangan shalat di masjid dan lapangan pada 2020. (Putra M Akbar/Republika)
Warga menjalankan shalat Idul Adha di rumah sehubungan pelarangan shalat di masjid dan lapangan pada 2020. (Putra M Akbar/Republika)

Mudik pun dilarang kala itu. Sementara pada Hari Raya, tak ada shalat Idul Fitri di masjid-masjid dan lapangan. Suasana serupa juga saat Idul Adha tiba sekitar sebulan kemudian.

Pada 2 Juni 2020, seturut rencana peralihan ke New Normal, Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengizinkan masjid-masjid dibuka kembali dengan protokol kesehatan ketat seperti jaga jarak, penggunaan masker, pemeriksaan suhu, dan pembatasan jamaah hanya separuh kapasitas masjid.

Kemudian pada 5 April 2021, Kemenag mengeluarkan surat edaran mengizinkan kegiatan Ramadhan seperti i’tikaf, buka bersama, dan shalat tarawih di masjid-masjid di zona merah dengan separuh kapasitas masjid. Pelaksanaan shalat Idul Fitri kala itu juga boleh di masjid atau lapangan dengan protokol kesehatan ketat.

Rencana pembukaan masjid sepenuhnya kala itu terhalangi lonjakan penularan varian delta yang menimbulkan kematian dalam jumlah besar di Indonesia. Yang terjadi justru Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan regulasi PPKM Darurat yang kembali menutup masjid untuk shalat berjamaah.

Masjid Al Barokah menutup sementara kegiatan ibadah di Demangan, Yogyakarta, Jumat (9/7/2021). (Wihdan Hidayat/Republika)
Masjid Al Barokah menutup sementara kegiatan ibadah di Demangan, Yogyakarta, Jumat (9/7/2021). (Wihdan Hidayat/Republika)

Akhirnya, pada 9 Maret 2022 Majelis Ulama Indonesia akhirnya mewacanakan dibolehkannya shalat dengan shaf rapat di masjid-masjid seperti sebelum pandemi. Hal ini menyusul kebijakan pemerintah yang telah melonggarkan aturan perjalanan domestik.

Umat Islam tentunya berharap kebijakan ini lestari, tak ada lagi pembatasan beribadah di masjid. Harapannya, penutupan dan pembatasan kegiatan di masjid yang begitu menyedihkan dua tahun belakangan tinggal kenangan.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Tentang sejarah Tanah Air, dunia, dan peradaban Islam.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Kategori

× Image