Akhir Tragis Para Pemikir Atheis

Agama  

Dalam disiplin humaniora Eropa modern, tokoh-tokoh di bawah ini dipuja setinggi langit. Pemikiran mereka dijadikan tonggak yang sukar digeser dalam disiplin filosofis, psikologi, ekonomi, dan sosial-politik.

Masa-masa mereka hidup, pada abad ke-18 dan awal abad ke-19, adalah juga musim semi materialisme, saat hubungan sains dengan religiusitas di Eropa mencapai titik patah. Agama dianggap para pemikir ini hanya hambatan bagi kemajuan dan Tuhan dinilai hanya imajinasi manusia.

Friedrich Nietzsche

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Filosof Jerman yang lahir pada 1844 ini kerap dianggap yang paling penting dalam filsafat modern. Mulanya seorang Kristen Lutheran, ia kemudian mengumumkan "Matinya Tuhan". Ia menyatakan manusia hanya bisa mencapai potensi tertingginya sebagai "ubermensch" saat sepenuhnya meninggalkan keyakinan soal keberadaan Tuhan. Paham "manusia super" tersebut ikut digunakan menjustifikasi fasisme Nazi Jerman.

Potret Nietzsche oleh Gustav-Adolf Schultze pada 1882. (domain publik)
Potret Nietzsche oleh Gustav-Adolf Schultze pada 1882. (domain publik)

Pada 1889, Nietzsche tiba-tiba mengalami gangguan jiwa di tengah jalan di Turin, Italia. Merujuk the Cambridge Companions to Nietzsche, keruntuhan mental itu didiagnosa karena penyakit syphilis yang ia derita. Sebagian sejarawan meyakini penyakit itu didapat Nietzsche karena sering mengunjungi rumah pelacuran. Dalam sebelas tahun terakhir hidupnya, Nietzsche dirawat adik perempuannya. Ia mengalami stroke pada 1898 yang membuatnya lumpuh dan tak bisa berbicara. Ia lalu meninggal pada 1900.

Sigmund Freud

Pemikir dari Austria ini dianggap berperan besar dalam bidang neurologi dan psikianalisis. Lahir pada 1856, salah satu analisis terkenalnya menekankan peran seksualitas dan libido dalam alam bawah sadar manusia.

Sigmund Freud. (domain publik)
Sigmund Freud. (domain publik)

Meski lahir dari keluarga Yahudi, ia kemudian menolak keberadaan Tuhan yang disembah dalam agama leluhurnya. Ia menyatakan bahwa tuhan adalah ilusi berdasarkan emosi kekanak-kanakan manusia yang merindukan sosok ayah yang perkasa. Ia menekankan, tuhan tak diperlukan di masa modern.

Pada 1923, seperti dilansir history.com, Freud terjangkit kanker mulut terkait kebiasaannya sebagai perokok berat. Selain perokok berat, Freud juga luas diketahui sebagai pecandu kokaina. Sebagian besar rahangnya harus diambil kala itu. Selama 16 tahun setelahnya, ia harus menjalani 33 operasi lagi serta pernapasannya ditopang prostetik. Karena tak lagi kuat menahan sakit, Freud meminta disuntik mati pada 1939.

Karl Marx

Filosof Jerman kelahiran 1818 ini ramai disebut sebagai salah satu pemikir modern paling berpengaruh. Teorinya berkisar pada konflik antarkelas yang dipicu praktik kapitalisme yang pada akhirnya akan menuju pada masyarakat komunis yang "sama rata sama rasa".

Potret Karl Marx oleh Karl Kautsky pada 1887. (domain publik)
Potret Karl Marx oleh Karl Kautsky pada 1887. (domain publik)

Marx berpandangan bahwa agama adalah candu yang melenakan kelas pekerja dari kerja revolusioner mereka mewujudkan masyarakat setara tersebut. Pandangan itu nantinya mewujud dalam ciri khas atheistik dari paham komunisme yang lahir kemudian hari.

Menurut penulis biografi, Werner Blumenberg, Marx sudah kecanduan alkohol sejak muda usia. Ini memicu sakit ginjalnya pada 1849 yang menimbulkan aneka rasa sakit yang harus diderita Marx pada sisa hidupnya. Pada 1877, Marx mengalami gangguan syaraf serius yang harus ia lawan dengan narkotika. Sejak itu pula Marx kesulitan duduk dan berdiri tegak. Ia kemudian meninggal pada 1883 akibat ketambahan sejumlah penyakit lainnya.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Tentang sejarah Tanah Air, dunia, dan peradaban Islam.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Kategori

× Image