Ini Arti Garong Versi Koran Belanda Tahun 1946

Setelah proklamasi kemerdekaan, pecah perang kemerdekaan, karena Belanda ingin merebut kembali Indonesia. Beberapa daerah sudah dikuasai Sekutu/Belanda.
Orang-orang Cina berlindung ke Sekutu/Belanda. Maka, ketika orang-orang Republik menyerang daerah yang dikuasai Sekutu/Belanda itu, orang-orang Cina menjadi korban.
Orang-orang yang menyerbu itu ada beragam kelompok. Di antaranya bernama Garong --yang dipimpin oleh gembong begal-- yang kini dikenal sebagai sebutan lain untuk perampok. Koran Belanda tahun 1946 menjelaskan arti Garong yang ada pada masa perang kemerdekaan itu.
Selain Garong ada pula kelompok-kelompok yang menyerbu wilayah-wilayah yang dikuasai Belanda/Sekutu. Ada Laskar Rakyat, Banteng Merah, Banteng Item, Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia (BPRI), Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo).
Menurut Nieuwsblad van het Zuiden edisi 6 Juni 1946, di Tangerang ada sekitar 40 ribu orang Cina. Tangerang sudah dikuasai Sekutu/Belanda, sehingga menjadi sasaran penyerbuan.
Menurut Palang Merah Indonesia, ada 70-100 orang Cina di Tangerang yang terbunuh. Namun, Sekutu menyebutkan ada 600 orang Cina yang terbunuh.
Garong memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan. Selain mencuri dan merampok, ia tak segan menculik orang-orang Cina.
Di Lembang, Garong mencuri sapi atau kerbau. Di Padalarang dan Cimahi, Garong menculik.
Het Dagblad edisi 14 Juni 1946 memberitakan, Garong menculik 10 orang Cina di Padalarang dan Cimahi. Satu orang dibebaskan setelah meminta tebusan 40 ribu gulden dari keluarganya. Sembilan lainnya tak jelas nasibnya.
Belanda selalu memburu Garong. Di Jatinegara, seperti yang dilaporkan koran Sin Po yang dikutip Nieuwe provinciale Groninger Courant edisi 29 April 1947, Belanda menyerbu sebuah rumah. Delapan anggota Garong ditangkap bersama senjatanya.
Dengan senjata-senjata itu, Garong juga menyerang tentara Belanda. Di Cipitung, Cianjur, 40 anggota Garong menembaki dua tentara penjaga kompi Kiarapayung.
Menurut laporan Indische Courant voor Nederland edisi 16 April 1949, kejadian di Cianjru itu menewaskan satu tentara Belanda. Sebuah mobil Jeep milik kompi Kiarapayung juga rusak.
Atas aktivitasnya ini, Garong kemudian memiliki arti sebagai perampok, pencuri, penyamun. Padahal sebelumnya adalah nama perkumpulan. Menurut koran Belanda, Het Dagblad, Garong singkatan dari Gabungan Romusa Ngamuk.

Komentar
Gunakan Google Gunakan Facebook