Mengapa Kemenangan Saudi atas Argentina Istimewa?

Sejarah  

Saat peluit akhir pertandingan dibunyikan wasit pada pertandingan penyisihan grup Piala Dunia 2022 antara Argentina melawan Arab Saudi pada Selasa (22/11), sejarah pun tercipta. Pertandingan yang dimenangi Saudi dengan skor 1-2 tersebut kini bergabung dengan deretan kejutan-kejutan luar biasa sepanjang perhelatan Piala Dunia.

Diantaranya saat Amerika Serikat mengalahkan Inggris dengan skor 1-0 pada 1950, kemudian saat Irlandia Utara mengalahkan Spanyol dengan skor 1-0 pada Piala Dunia 1982, serta kemenangan Senegal atas Prancis dengan skor 1-0 pada Piala Dunia 2002.

Apa yang membuat kemenangan Saudi sedemikian mengejutkan? Pertama, sejak dikalahkan Brasil di Copa Amerika pada 2019 lalu, Argentina belum sekalipun terkalahkan. Sebanyak 36 pertandingan mereka jalani tanpa kalah melawan tim-tim yang jauh lebih tinggi peringkatnya dibandingkan Saudi. Dalam jangka waktu itu, Argentina menahan Jerman, dua kali mengalahkan Brasil, serta mengalahkan Italia.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Selebrasi pemain timnas Arab Saudi setelah Salem Al-Dawsari mencetak gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola grup C Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Stadion Lusail, Doha, Qatar, Selasa (22/11/2022). (Luca Bruna/AP)
Selebrasi pemain timnas Arab Saudi setelah Salem Al-Dawsari mencetak gol kedua timnya selama pertandingan sepak bola grup C Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Stadion Lusail, Doha, Qatar, Selasa (22/11/2022). (Luca Bruna/AP)

Dari segi pemain, Argentina punya sedikitnya 23 pemain di klub-klub kasta atas Eropa. Diantaranya ada Lionel Messi (PSG) yang masih mematikan, serta tukang gedor kelas atas seperti Angel Correa (Atletico Madrid), Paulo Dybala (AS Roma), dan Lautaro Martinez (Inter Milan). Sementara di skuat Saudi, seluruhnya bermain di klub lokal, kebanyakan dari Al Hilal. Saleh al-Shehri dan Nasser al-Dawsari, dua pencetak gol pada pertandingan melawan Argentina adalah pemain klub tersebut.

Secara peringkat FIFA, Saudi pada posisi 51 jauh di bawah Argentina yang bertengger di posisi 4. Lembaga sigi ternama Nielsen Gracenote menghitung, peluang Saudi mengalahkan Argentina hanya 8,7 persen saja. Secara statistika, ini adalah yang paling rendah ketimbang hasil pertandingan mengejutkan lainnya sepanjang sejarah Piala Dunia.

Perbandingannya, saat AS mengalahkan Inggris pada 1950, kansnya 9,5 persen. Kemudian Aljazair mengalahkan Jerman pada 1982 dengan kans 13,2 persen. Sementara saat Senegal menumbangkan Prancis pada 2002, kansnya 17,3 persen.

Dengan hasil semalam, Saudi juga mencatatkan sejarah sebagai negara Asia pertama yang berhasil mengalahkan Argentina yang merupakan salah satu favorit juara tahun ini. Dengan capaian yang melampaui kemustahilan semalam, tak heran Kerajaan mengumumkan hari libur nasional untuk memberikan kesempatan bagi warga merayakan kemenangan.

Namun di luar statistik tersebut, yang tak kalah penting adalah bahwa pertandingan Saudi melawan Argentina menghidupkan kembali Piala Dunia sebagai ajang bersiroboknya gaya permainan dan budaya-budaya yang berbeda dengan hasil tak melulu bisa dihitung di atas kertas. Bagaimanapun perjalanan Saudi mendatang pada Piala Dunia kali ini, mereka sudah mencatat sejarah yang bakal dikenang hingga bertahun mendatang.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Tentang sejarah Tanah Air, dunia, dan peradaban Islam.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Kategori

× Image