Sekarang Dihina, Dulu Rasulullah Justru Dipuja Mahatma Gandhi

Sejarah  

Pembaca yang budiman, penghinaan terhadap Rasulullah (semoga damai selalu untuknya) yang dilakukan juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) mencerminkan kronisnya Islamofobia di India belakangan. Hal itu juga mendapat kecaman keras dari berbagai negara mayoritas Muslim dan mengancam relasi India di kancah global.

Kebencian ini bukannya tanpa preseden di India. Kendati demikian, ada kalanya saat Mohandas Karamchand Gandhi, sang tokoh pendiri India melayangkan puja-puji setinggi langit terhadap sosok yang dimuliakan umat Islam tersebut.

Mahatma Ghandi. (istimewa)
Mahatma Ghandi. (istimewa)

Times of India melansir, pada 23 Juni 1934 Mahatma Gandhi menyampaikan pandangan itu dalam acara yang diadakan Anjuman a-Fidaye Islam di Ahmedabad. Pidato panjang itu kemudian dituliskan secara utuh dalam koran Harijan Bandhu pada saat bersamaan.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Gandhi berkisah, ia mula-mula berhubungan dengan umat Islam saat bekerja sebagai pengacara di Afrika Selatan. "Hubungan saya dengan orang-orang Islam saat itu membuat saya harus memelajari kehidupan Nabi Muhammad," kata dia. Meski begitu, yang dipelajari Gandhi di Afrika Selatan hanya di permukaan saja.

Saat kemudian dipenjarakan saat memperjuangkan kemerdekaan di India, baru ia makin dalam memelajari kisah hidup Rasulullah. Gandhi menuturkan, selama di penjara ia membaca tuntas dua volume sirah nabawiyah karya Maulana Shibli.

"Dari pembacaan saya, Nabi Muhammad adalah seorang pencari kebenaran yang penuh ketakwaan. Saya tak mengatakan hal baru, saya hanya menyampaikan bagaimana saya begitu terkesan saat itu," tutur Gandhi.

Ia juga memuji keteguhan Rasulullah menghadapi persekusi di Makkah dengan tetap teguh menyampaikan kebenaran. Gandhi juga menyampaikan bagaimana ia terkesan dengan kesederhanaan Rasulullah. "Padahal beliau bisa menjadi kaya raya jika mau," ujar Gandhi.

Bukan sekali itu saja Gandhi memuji Rasulullah. Dalam tulisannya di Young India, ia mengulangi kekaguman tersebut. "Saya tanyakan, siapa tokoh paling berpengaruh di dunia? Saya sangat yakin, kebesaran Islam bukanlah diwujudkan dengan pedang. Ia bersumber dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad. Dari pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan risalahnya," tulis Gandhi.

Ia juga menyampaikan kesedihan saat sirah yang ia baca pungkas. "saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.”

Kekaguman Gandhi kerap ia terapkan dalam perjuangannya agar India bisa jadi negara yang mengayomi umat Hindu dan Muslim sekaligus. Pada 1919, Gandhi bahkan ikut mendukung gerakan Khilafat di India yang mendorong berdirinya kembali kekhalifahan di Turki selepas Perang Dunia I. Sikap itu berhasil mendinginkan konflik Muslim-Hindu yang dipanas-panasi kolonial Inggris di India saat itu. Selepas kemerdekaan, Gandhi berulang kali berupaya menenangkan kerusuhan komunal menyusul pemisahan India dan Pakistan.

Nathuram Godse. (istimewa)
Nathuram Godse. (istimewa)

Dan sikap hormatnya pada umat Islam itu juga yang kemudian ikut memicu kematiannya di tangan Nathuram Godse, seorang nasionalis Hindu pada 1948. Godse adalah anggota Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) kelompok Hindu garis keras yang dekat secara ideologi dan organisasional dengan BJP.

Secara simbolik, yang dilakukan para penganut Hindutva alias supremasi Hindu di India saat ini serupa dengan Nathuram Godse tersebut. Mereka membunuh juga gagasan-gagasan dan peninggalan Mahatma Gandhi di India.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Tentang sejarah Tanah Air, dunia, dan peradaban Islam.

Riwayat 22 Nama-Nama Jalan Baru di Jakarta

Krisis 98 dan Harga Minyak Goreng

Propaganda PKI dan Krisis Ekonomi 1960-an

Zaman Meleset dan Kemerdekaan

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Kategori

× Image